Penembak Terlatih Sasar Polisi, Siapa Mereka? - 19 August 2013 - Berita Terbaru
Main
 
BUDI SANTOSOSaturday, 10.12.2016, 8:02:01 AM



Welcome Guest | RSS
Main
Site menu

Section categories
BERITA SERBA SERBI
BERITA UMUM
BERITA UNIK,LUCU DAN ANEH
BERITA YANG UNIK DAN YANG ANEH
EKONOMI DAN BISNIS
EKONOMI DAN BISNIS
BERITA POLITIK, HUKUM DAN KRIMINAL
BERITA POLITIK, HUKUM DAN KRIMINAL
SOSIAL DAN KEMASYARAKATAN
BERITA SOSIAL DAN KEMASYARAKATAN
MP3
Kumpulan MP3
SENI DAN BUDAYA
SENI DAN BUDAYA
GAME
KATA - KATA MUTIARA
FILM
PUISI DAN PANTUN

DETIK

Statistics

Total online: 4
Guests: 4
Users: 0

Main » 2013 » August » 19 » Penembak Terlatih Sasar Polisi, Siapa Mereka?
10:22:05 AM
Penembak Terlatih Sasar Polisi, Siapa Mereka?




VIVAnews - Aksi
teror terhadap polisi meningkat dalam tiga bulan terakhir. Sudah tiga
polisi tewas ditembak orang tak dikenal di wilayah hukum Polda Metro
Jaya. Sementara di daerah, aksi teror terhadap polisi juga banyak
terjadi.

Anggota Komisi Kepolisian Nasional Adrianus Meliala yang
juga kriminolog Universitas Indonesia meminta pemerintah serius
mengatasi serangan pelaku teror terhadap negara. "Polisi memang lawan
mereka. Sebenarnya yang dikejar Densus 88, tapi karena tidak terlihat
lalu yang jadi sasaran polisi," kata dia kepada VIVAnews, Minggu.

Serangan
terhadap polisi menurut Adrianus, sejalan dengan kegiatan kelompok
teroris yang sebelumnya juga mengancam pejabat negara hingga presiden.

Karena
itu, pemerintah diminta tidak hanya menindak tegas untuk menghentikan
aksi terorisme, namun juga harus mengantisipasi radikalisasi.

Terkait
banyaknya aksi teror ini, seluruh anggota polisi sudah diimbau untuk
menghilangkan atribut yang melekat pada kendaraan mereka. Sementara
untuk kegiatan patroli juga harus dilakukan miniminal dua orang atau
lebih, tapi penembakan masih terus terjadi.

Aksi teror dengan
sasaran polisi di Jakarta, sudah terjadi enam kali selama tiga bulan
terakhir. Ada empat aksi penembakan terhadap anggota polisi, satu kasus
polisi dirampok saat sedang tugas, dan satu kasus penembakan di rumah
polisi.

Pada 27 Juli 2013, pukul 04.30, anggota Satuan Lalu
Lintas Wilayah Jakarta Pusat, Aipda Patah Saktiyono, ditembak di Jalan
Cirendeu Raya, Ciputat, Tangerang Selatan. Peluru penembak tak dikenal
ini tembus dada dari belakang hingga depan. Namun, nyawa Patah bisa
diselamatkan.

Insiden serupa menimpa anggota polisi satuan Binmas
Polsek Metro Cilandak, Aiptu Dwiyatna, 7 Agustus lalu. Dwiyatna
ditembak di Jalan Otista Raya, Ciputat, Tangerang Selatan, sekitar pukul
05.00. Dwiyatna tewas setelah peluru menembus helm dan bersarang di
kepalanya.

Sebulan kemudian, tepatnya pada 13 Agustus, rumah
anggota Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Tulam, di
Perum Banjar Wijaya Blok B 49/6 RT 02/07 Cluster Yunani, Kelurahan
Cipete Pinang, Kota Tangerang, ditembaki orang tak dikenal.

Aksi
teror juga terhadap polisi juga terjadi di Tasikmalaya. Pelaku teror
melempar bom rakitan di Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Rajapolah
dan di Pos Polisi Jalan Mitrabatik, Kota Tasikmalaya. Pos Polisi di
Jalan Mitrabatik dilempar bom rakitan pada 13 Mei. Satu orang pelaku
tewas ditembak anggota Satuan Polisi Lalu Lintas usai melakukan
perbuatannya.

Sementara aksi pelemparan bom rakitan di Polsek
Rajapolah terjadi pada Sabtu 20 Juli, sekitar pukul 02.00. Bom dilempar
oleh seorang pengendara motor ke halaman kantor Polsek.

Bom
tersebut berbentuk seperti panci presto yang berisi kabel ponsel berdaya
ledak kecil, timah, dan paku. Petugas juga menemukan barang bukti
berupa telepon genggam, remote control, dan bubuk mesiu. Barang-barang bukti itu, termasuk mesiu ditemukan dari bekas ledakan di pojok halaman kantor Polsek.

Puncaknya,
16 Agustus, Brigadir Kepala Maulana dan Aiptu Kus Hendratma, anggota
Polsek Pondok Aren, Tangerang Selatan, tewas ditembak oleh orang tak
dikenal.

Saat itu Aiptu Kus Hendratna mendatangi Mapolsek saat
akan apel pukul 22.00. Saat mau masuk ke Polsek, Aiptu Kus dipepet dua
orang yang mengendarai Mio hitam dan langsung ditembak pada bagian
belakang kepala. Korban langsung terjatuh dan meninggal di tempat.

Melihat
aksi tersebut, empat anggota lain yang tergabung dalam tim buru sergap
mengejar pelaku. Kebetulan tim yang menggunakan mobil Avanza ini persis
di belakangnya. "Anggota Buser kemudian menabrak motor pelaku."

Namun,
mobil polisi itu terperosok ke got tanggul jalan. Pelaku yang turun
dari motor datang dan menembak supir Avanza, Bripka Maulana, yang baru
keluar dari pintu. Dia juga meninggal di tempat.


Penembak Terlatih
Kepala
Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Pol. Rikwanto mengatakan,
penembak polisi di Pondok Aren, Tangerang Selatan, diduga terlatih.
"Dilihat dari cara dia melakukan, memilih waktu, memilih sasaran,"
ujarnya, Sabtu.

Rikwanto menambahkan salah satu indikasinya
adalah jarak tembak antara korban dengan pelaku. "Dari kesaksian yang
ada, tembakan berjarak 2-2,5 meter, baik yang pertama maupun yang
kedua."

Dengan jarak seperti itu, pelaku bisa menembak dengan
jitu. Kedua polisi yang menjadi korban ditembak hingga tewas. Dalam
kasus ini, penembak harus memiliki mental kuat dan tingkat akurasi yang
tinggi.

Rikwanto juga mengatakan terdapat kemiripan modus dalam
rentetan penembakan polisi ini. Dari sepeda motor yang digunakan, mereka
selalu berboncengan dua orang. Kemudian juga dilakukan pada malam atau
dini hari. "Sasarannya selalu anggota kepolisian," katanya.

Polisi
telah mendapatkan selongsong dan anak peluru di lokasi-lokasi
penembakan, termasuk di Pondok Aren. Menurutnya, pelaku juga menggunakan
kaliber peluru yang sama. "Di TKP selongsong dan anak peluru 9 mm, 90
persen sama pelakunya," ujarnya.

Namun, polisi tidak akan
terburu-buru menyimpulkan apakah memang terdapat hubungan dalam beberapa
kasus penembakan polisi yang terjadi. "Kami akan lakukan uji balistik
lagi dan dibandingkan hasilnya," katanya.

Hingga Minggu, 18
Agustus, belum ada titik terang atas serangkaian penembakan ini. Di
masyarakat beredar kabar bahwa penembakan ini berkaitan dengan banyaknya
penggrebekan kartel narkoba. Namun kabar ini belum bisa dikonfirmasi.

Mabes
Polri melalui Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen
Polisi Boy Rafli Amar, menyebutkan ada kesamaan peluru antara yang
digunakan penembak dua polisi di Pondok Aren, dengan beberapa kasus
serupa di Sulawesi dan Jawa.

"Peluru kaliber 9,9 mm ini biasa
digunakan para teroris. Amunisi ini diduga bagian dari penyelundupan
senjata dari Filipina,” kata dia di Mabes Polri.

Boy mengatakan,
sebelum ini Abu Umar menyelundupkan senjata dari Filipina ke wilayah
Poso, Sulawesi Tengah. Senjata dan amunisi itu kemudian digunakan oleh
kelompok Abu Roban di Poso, dan juga pada beberapa kasus di pulau Jawa.
"Seperti penembakan yang dilakukan Fahran cs di Solo, amunisinya juga
sama,” ujar Boy.

Saat ini polisi sedang mengembangkan hasil uji
balistik ini. "Kami masih belum tahu ini senjata rakitan atau senjata
pabrikan. Polisi masih mendalaminya,” kata Boy.


Ia polisi kesulitan dalam
mendeteksi senjata ini. "Bisa saja senjatanya rakitan, tapi larasnya
pabrikan. Ini yang digunakan oleh banyak anggota teroris Poso pimpinan
Abu Roban,” ujar dia.

Laras-laras tersebut berasal dari senjata
tua sisa konflik di Filipina yang diselundupkan. Laras-laras itu cocok
dengan kaliber yang digunakan dalam berbagai penembakan, termasuk
penembakan terhadap dua anggota polisi Polsek Pondok Aren, Tangerang
Selatan.

Berdasarkan data proyektil dan uji balistik yang
ditemukan di dua tempat kejadian perkara, polisi menduga ada keterkaitan
penembakan ini dengan kelompok teroris. "Apalagi Tangerang termasuk
daerah yang rawan dimanfaatkan kelompok teroris. Ada beberapa anggota
teroris yang ditangkap di wilayah ini, salah satunya Dulmatin,” kata
Boy.


Untuk memburu para
penembak tersebut polisi berkoordinasi dengan pihak TNI. Kordinasi ini
dilakukan untuk mengumpulkan data dan langkah pencarian para tersangka.


"Koordinasi di jajaran intelijen, karena TNI juga memiliki
intelejen. Diharapkan, jaringan intelejen TNI bisa memberikan informasi
kepada kami," kata Boy.




Category: BERITA POLITIK, HUKUM DAN KRIMINAL | Views: 626 | Added by: budi | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:
Login form

KOMENTAR

OLAHRAGA

PENGUNJUNG

Calendar
«  August 2013  »
SuMoTuWeThFrSa
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Entries archive

BERITA TERKINI


Copyright MyCorp © 2016