Berita Terbaru - PENGERTIAN GEOFISIKA DARI BERBAGAI SUMBER
Thursday, 24.04.2014, 9:09:40 PM
Main Sign Up RSS
Welcome, Guest
My menu
MY MENU
BERITA SERBA SERBI
BERITA UMUM
BERITA UNIK,LUCU DAN ANEH
BERITA YANG UNIK DAN YANG ANEH
EKONOMI DAN BISNIS
EKONOMI DAN BISNIS
BERITA POLITIK, HUKUM DAN KRIMINAL
BERITA POLITIK, HUKUM DAN KRIMINAL
SOSIAL DAN KEMASYARAKATAN
BERITA SOSIAL DAN KEMASYARAKATAN
MP3
Kumpulan MP3
SENI DAN BUDAYA
SENI DAN BUDAYA
GAME
KATA - KATA MUTIARA
FILM
PUISI DAN PANTUN


Pengertian Geofisika



Geofisika adalah bagian dari ilmu bumi yang mempelajari bumi
menggunakan kaidah atau prinsip-prinsip fisika. Di dalamnya termasuk juga
meteorologi, elektrisitas atmosferis dan fisika ionosfer.

Penelitian geofisika untuk mengetahui kondisi di bawah permukaan bumi
melibatkan pengukuran di atas permukaan bumi dari parameter-parameter fisika
yang dimiliki oleh batuan di dalam bumi. Dari pengukuran ini dapat ditafsirkan
bagaimana sifat-sifat dan kondisi di bawah permukaan bumi baik itu secara
vertikal maupun horisontal.

Dalam skala yang berbeda, metode geofisika dapat diterapkan secara global yaitu
untuk menentukan struktur bumi, secara lokal yaitu untuk eksplorasi mineral dan
pertambangan termasuk minyak bumi dan dalam skala kecil yaitu untuk aplikasi
geoteknik (penentuan pondasi bangunan dll).

Di Indonesia, ilmu ini dipelajari hampir di semua perguruan tinggi negeri yang
ada. Biasaya geofisika masuk ke dalam fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam (MIPA), karena memerlukan dasar-dasar ilmu fisika yang kuat, atau ada juga
yang memasukkannya ke dalam bagian dari Geologi. Saat ini, baik geofisika
maupun geologi hampir menjadi suatu kesatuan yang tak terpisahkan Ilmu bumi.

Bidang kajian ilmu geofisika meliputi meteorologi (udara), geofisika bumi padat
dan oseanografi(laut).

Beberapa contoh kajian dari geofisika bumi padat misalnya seismologi yang
mempelajari gempabumi, ilmu tentang gunungapi (Gunung Berapi) atau volcanology,
geodinamika yang mempelajari dinamika pergerakan lempeng-lempeng di bumi, dan
eksplorasi seismik yang digunakan dalam pencarian hidrokarbon.



Metode-metode geofisika

Secara umum, metode geofisika dibagi menjadi dua kategori yaitu metode pasif
dan aktif. Metode pasif dilakukan dengan mengukur medan alami yang dipancarkan oleh bumi.
Metode aktif dilakukan dengan membuat medan
gangguan kemudian mengukur respons yang dilakukan oleh bumi. Medan
alami yang dimaksud disini misalnya radiasi gelombang gempa bumi, medan gravitasi bumi, medan
magnetik bumi, medan
listrik dan elektromagnetik bumi serta radiasi radioaktifitas bumi. Medan buatan dapat berupa
ledakan dinamit, pemberian arus listrik ke dalam tanah, pengiriman sinyal radar
dan lain sebagainya.

Secara praktis, metode yang umum digunakan di dalam geofisika tampak seperti
tabel di bawah ini:

Metode Parameter yang diukur Sifat-sifat fisika yang terlibat

Seismik

Waktu tiba gelombang seismik pantul atau bias, amplitudo dan frekuensi
gelombang seismik

Densitas dan modulus elastisitas yang menentukan kecepatan rambat gelombang
seismik

Gravitasi

Variasi harga percepatan gravitasi bumi pada posisi yang berbeda Densitas

Magnetik Variasi harga intensitas medan magnetik pada posisi yang berbeda
Suseptibilitas atau remanen magnetik

Resistivitas Harga resistansi dari bumi Konduktivitas listrik

Polarisasi terinduksi Tegangan polarisasi atau resistivitas batuan sebagai
fungsi dari frekuensi Kapasitansi listrik

Potensial diri Potensial listrik Konduktivitas listrik

Elektromagnetik Respon terhadap radiasi elektromagnetik Konduktivitas atau Induktansi
listrik

Radar Waktu tiba perambatan gelombang radar Konstanta dielektrik



 



 



Apakah GEOFISIKA itu ?



 



"Geofisika bumi padat (lazim disebut
Geofisika) dalam pengertian yang terbatas dapat berarti aplikasi ilmu fisika
terhadap bumi bagian dalam
".



Sebagaimana ilmu fisika yang dapat dibagi menjadi beberapa disiplin ilmu yang
lebih kecil (berhubungan dengan variasi kejadian fisikanya), maka Geofisika
Bumi Padat juga dapat dibagi menjadi cabang-cabang ilmu yang lebih kecil, yaitu
:



  • Seismologi (mempelajari
    gempa bumi dan fenomena fisika yang berhubungan dengannya)
  • Vulkanologi (juga adalah
    bagian dari Geologi, mempelajari gunung api, mata air panas, dsb)
  • Geomagnetisme
    (mempelajari medan
    magnet bumi, termasuk paleomagnetisme)
  • Geoelektrisitas (mempelajari
    sifat-sifat kelistrikan bumi)
  • Tektonofisika (penggunaan ilmu
    fisika untuk mempelajari proses tektonik)
  • Gravitasi (juga bagian dari
    Geodesi, mempelajari medan gravitasi dan interpretasinya)
  • Geotermal (mempelajari
    suhu bagian dalam bumi, termasuk eksplorasi panas bumi)
  • Geokosmologi
    (mempelajari asal-usul bumi)
  • Geokronologi (mempelajari
    kejadian bumi, termasuk menentukan umurnya)




Geodesi yang berurusan dengan bentuk dan ukuran bumi, adalah ilmu yang dekat
hubungannya dengan Geofisika. Saat ini, adalah biasa untuk menggabungkan
Geofisika, Geodesi dan ilmu-ilmu lain yang berkaitan dengan bumi (seperti
Geologi dan Geografi) ke dalam unit ilmu yang lebih besar yaitu GeoSains.



 



Geokimia, yang berhubungan dengan bumi belum
dimasukkan dalam daftar ini karena Geokimia merupakan bagian dari semua subyek
geosains.



Batasan mengenai Geofisika Bumi Padat tidak seratus persen memuaskan. Yang
dimaksud dengan bumi padat di sini adalah seluruh bagian bumi setelah dikurangi
bagian yang cair (laut, hidrosfer) dan gas (atmosfer). Padahal, bumi adalah
padat dalam pengertian fisika (yaitu kristalin) hanya sampai kedalaman
kira-kira 80 km.





Geofisika pada umumnya bekerja pada 3 front pararel yaitu :

1.Observasi atau pengukuran di lapangan

2.Penyelidikan di laboratorium

3.Pengkajian teoritis



Dari sini, masalah yang timbul adalah
seringkali sangat sukar karena sebagian besar dari obyek yang dipelajari yaitu
bagian dalam bumi, secara umum tidak dapat diukur secara langsung di permukaan.
Sebagai pengganti, Geofisika mengandalkan pengamatan tidak langsung yang
dilakukan pada permukaan bumi atau sangat dekat dengan bumi. Adalah jelas,
bahwa interpretasi dari pengamatan seperti ini akan memiliki tingkat kesulitan
yang besar.



 



Penelitian di laboratorium dapat menghasilkan
hal-hal yang signifikan dalam menginterpretasi hasil observasi. Sebagai contoh,
sifat-sifat material (logam atau mineral) yang bervariasi pada tekanan tinggi
dan temperatur tinggi telah ditemukan di laboratorium.



 



Lebih lanjut, dengan menggunakan komputer
dimungkinkan pula untuk mensimulasikan proses kejadian (modelling) objek yang
diobservasi. Keuntungan pemodelan dan simulasi di laboratorium adalah
memungkinkan suatu proses dapat dikontrol dengan parameter-parameter yang
secara alamiah diketahui dengan baik. Pemodelan dan simulasi akan cocok untuk
menggambarkan kasus / kejadian alam yang kompleks.





(DR. Waluyo, terjemahan dari INTRODUCTION TO SEISMOLOGY .. Markus Bath)



Geofisika, apaan tuh???



Bismillahiramanirrahim



Sebenarnya topik yang ingin ditulis pada kesempatan ini bukanlah mengenai
ini(walaupun masih berhubungan dengan geofisika) tetapi saya berpikir kembali
alangkah lebih baik sebelum menulis mengenai topik itu menuliskan garis besar,
apa sih sebenarnya geofisika tersebut..



Geofisika, dari kata tersebut kita dapat mengetahui bahwa kata tersebut
terdiri dari 2 kata yang digabung menjadi satu yaitu kata geo = bumi dan fisika
yaitu ilmu yang melihat segala sesuatu dari sisi fisiknya.. Berarti kalo kita gabungan kedua kata tersebut
maka pengertian geofisika adalah???? (ngacung!!!, hehehehehh). Yups, geofisika
adalah cabang ilmu yang mempelajari all about bumi dari segi fisika-nya..



Sebelum dilanjutkan, bumi kita
terdiri dari apa saja sih??? Secara garis besar bumi kita terdiri dari gas
(atmosfer) yang sekarang ilmu yang mendalami itu adalah meteorology, cair
dimana ini dibagi lagi air darat (hidrosfer) dan laut (oseanografi), fan bagian
padat yang dikenal dengan geofisika. tetapi dulunya ketiga ilmu itu berasal
dari satu nama yaitu geofisika.
Dan yang akan dibahas sekarang ini adalah geofisikanya (bagian padat)…



Untuk mendukung ilmu geofisika
tersebut maka ada ilmu lain yang berbarengan dengan geofisika tersebut selain
KALKULUS, FISIKA yaitu Geologi (yang ini mah sering di denger ya????) Klo dalam
perusahaan minyak dikenal dengan sebutan G&G or GGR (Geology, Geophysics,
& Reservoir).. Untuk sekedar diketahui dengan ilmu geofisika inilah kita
dapat "meneropong” isi bumi dari permukaan sampai inti bumi…



Dengan berlandaskan pada ilmu
fisika dan didukung dengan ilmu kalkulus dan geologi maka seorang geofisikawan
(baca geophysicist biar mudah) akan dapat mengetahui apa sih yang ada di bawah
permukaan ini atau apa sih yang ada di dalam bumi kita ini..Baik dari yang
dangkal ampe yang dalam….



Sebenarnya apa aja sih yang
dipelajari oleh seorang geophysicist??? Yang dipelajari oleh seorang
Geophysicist diantaranya ada bidang seismologi (yaitu all about earthquake),
baik itu penyebabnya ampe prediksi yang ampe sekarang ini masih dikembangkan
oleh para pakar (siapa yang pengen jadi profesor, kemungkinannya sangat besar
nih !!!! HEHEHEH). Selain seismologi kita juga mempelajari

mengenai vulkanologi yaitu yang semua yang berhubungan dengan
kegunungapian…Selain itu seorang geophysicist juga mempelajari mengenai semua
methods yang dapat digunakan untuk eksplorasi baik itu minyak dan gas, batu
bara, mineral dan barang tambang, air tanah juga. dan banyak lain aplikasi
lainnya..



Metoda-metoda geofisika itu
antara lain, metoda seismik yang sampai sekarang masih menjadi tools untuk
mencari minyak dan gas bumi, selain itu metoda geolistrik yang bisa juga untuk
eksplorasi oil&gas tetapi utk kedalaman yang dangkal, trus metoda
gravitasi, metoda geomagnet, metoda Magnetotelluric (ini metoda baru juga nih).
setelah itu metoda IP, misse ala masse, Self Potensial (yang masih ada
kaitannya dengan geolistrik), Metoda VLF (ini juga dalam pengembangan nih),
metoda GPR.



Dari semua metoda tersebut
applikasinya dapat untuk, tadi utk eksplorasi oil&gas, mineral dan barang
tambang, selain itu bisa juga untuk aplikasi ke bidang rekayasa seperti untuk
teknik sipil, setelah itu juga bisa untuk pencarian air tanah dalam skala lebih
besar, untuk ke bidang arkeologi juga bisa lho, trus untuk ke bidang
lingkungan, geofisika juga bisa.



Mungkin itu aja dulu yang bisa
saya share, semoga mudah untuk dimengerti. Insya 4JJI dilain kesempatan akan
saya coba tuliskan untuk masing2 metoda dan bidang yang terkait dengan
geofisika ini..
Klo ada yang mau nambahin juga ga apa2 kok…



The Geophysics



Advertisement



Like



Be the first to like this post.



5 Comments



Filed under Keilmuanku - GEOFISIKA