Nenek Moyang Kita Sudah Kenal Teknologi Metalurgi? - Berita Teknologi - Publisher - Berita Terbaru
Main
 
BUDI SANTOSOSaturday, 03.12.2016, 4:40:59 PM



Welcome Guest | RSS
Main
Site menu

Section categories
SERIAL NUMBER/CRACK SOFTWARE
SERIAL NUMBER/CRACK SOFTWARE
PENDIDIKAN
PENDIDIKAN UMUM
Berita Teknologi
berita tentang komputer
Kesehatan
Agama
Artikel tentang Agama
Olahraga
Olahraga
OTOMOTIF
OTOMOTIF
Entertainment
Entertainment
Informasi Umum
Informasi Umum
PENDIDIKAN
PENDIDIKAN UMUM
KULINER
SERBA-SERBI KULINER
GADGET
KOMPUTER/HP

DETIK

Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0

Main » Articles » Berita Teknologi

Nenek Moyang Kita Sudah Kenal Teknologi Metalurgi?
http://www.yiela.com/newsimages/73545b33300477680.jpg


VIVAnews - Sebulan terakhir, tim arkeologi yang dipimpin DR Ali Akbar menemukan dua hal yang cukup mengagetkan.

Pertama,
sekitar sebulan lalu, tim menemukan logam berukuran panjang 10 cm,
berkarat, di lereng timur berkedalaman 1 meter. Kedua, sepuluh hari
lalu, tim juga menemukan semen atau perekat purba di sambungan
antarbatu, juga di lereng timur.

Menindaklanjuti temuan logam
tersebut, tim arkeologi mengecek kandungannya ke labaratorium Metalurgi
dan Mineral Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

"Kalau melihat
komposisinya, yang dominan adalah Fe dan O, dan masih ada Silika dan
Alumunium di situ plus Carbon, serta bentuknya seperti ada rongga-rongga
kecil di sekujur materialnya, kemungkinan besar itu adalah slug atau
logam," kata DR Andang Bachtiar, anggota tim geologi riset mandiri
Gunung Padang, dalam keterangan yang diterima VIVAnews, 29 Maret 2013.

Hasil pembakaran hancuran batuan untuk mengkonsentrasikan metalnya, terlihat masih tercampur dengan Clinkers (carbon), alias bahan pembakarnya. Bisa carbon dari kayu, batubara atau minyak bumi.

Andang
menjelaskan, rongga-rongga yang ada di sekujur material menandakan
ketika proses pembakaran itu terjadi pelepasan-pelepasan gas, seperti
CO2 dan semacamnya, ke permukaan material.



Komposisi logam yang ditemukan di situs Gunung Padang (Tim Riset Mandiri)


Berdasarkan hipotesis, besar kemungkinan sudah ada proses pembakaran
hancuran batu dengan temperatur tinggi,  proses pemurnian pembuatan
logam, pada waktu yang terkait dengan lapisan pembawa artefak tersebut.

"Hal
ini sekaligus menjawab dugaan temuan semen purba beberapa waktu lalu.
Semen purba yang ditemukan mampu mengikat batu-batu itu, yang juga punya
kadar besi tinggi," ungkap Andang.

11.500 Tahun yang Lalu

Namun, dia mengatakan, tim masih butuh kajian lebih lanjut atas temuan menarik logam dan semen purba.

Pertama,
tentang kemungkinan adanya upaya pemurnian logam, atau teknologi
metalurgi di jaman purba itu. Kedua, apakah pembakaran dilakukan di
tempat lain.

"Ini jadi sebuah hipotesa yang harus dicari jawabannya oleh riset ini," tegas Andang.

Sebagai
tambahan, bahwa temuan semen purba juga ditemukan saat tim geologi
melakukan pengeboran di Teras 2 dan Teras 5, sekitar Februari 2011
silam, di mana semen purba diperkirakan berusia minimal 11.500 tahun
yang lalu.

Unsur-unsur apa sajakah yang ada? Apakah ada
kesamaan?  Tim masih harus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk
memastikan dugaan kuat bahwa leluhur kita sudah mengenal teknologi
metalurgi sebelum 11.500 tahun yang lalu. (sj)



Category: Berita Teknologi | Added by: budi (07.03.2013)
Views: 197 | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:
Login form

KOMENTAR

OLAHRAGA

PENGUNJUNG

BERITA TERKINI


Copyright MyCorp © 2016