Waspada "SMS Mesum" Penguras Kantong - 30 March 2013 - Berita Terbaru
Main
 
BUDI SANTOSOSaturday, 10.12.2016, 6:12:38 AM



Welcome Guest | RSS
Main
Site menu

Section categories
BERITA SERBA SERBI
BERITA UMUM
BERITA UNIK,LUCU DAN ANEH
BERITA YANG UNIK DAN YANG ANEH
EKONOMI DAN BISNIS
EKONOMI DAN BISNIS
BERITA POLITIK, HUKUM DAN KRIMINAL
BERITA POLITIK, HUKUM DAN KRIMINAL
SOSIAL DAN KEMASYARAKATAN
BERITA SOSIAL DAN KEMASYARAKATAN
MP3
Kumpulan MP3
SENI DAN BUDAYA
SENI DAN BUDAYA
GAME
KATA - KATA MUTIARA
FILM
PUISI DAN PANTUN

DETIK

Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0

Main » 2013 » March » 30 » Waspada "SMS Mesum" Penguras Kantong
8:25:01 PM
Waspada "SMS Mesum" Penguras Kantong
Ilustrasi penipuan SMS



VIVAnews
- Kiriman pesan singkat berisi kata-kata mesra mulai meresahkan
pelanggan telepon seluler. Pengirim SMS 'mesum' ini mengelabui pelanggan
dengan menggoda mereka menghubungi nomor premium yang dicantumkan di
SMS. Modusnya macam-macam dari mengajak pemilik handphone berkenalan,
sampai berhubungan intim.

Henny, seorang warga Jakarta Selatan,
menjadi salah satu korban penipuan SMS itu. Dia kerap menerima SMS
bernada mesra itu. Pelakunya mengirimkan SMS dengan nomor yang selalu
berbeda. Dalam sehari, perempuan 25 tahun itu bisa lima kali
mendapatkannya.

Ini salah satu bunyi SMS yang meresahkan itu.
"Ini aku Nia, aku pengen ketemu sama kamu. Kapan kamu ada waktu? Aku
lagi kesepian banget, butuh kamu". Telepon aku ke no 0809122xxxx yah.
Aku tunggu!" SMS dikirim melalui nomor 08788934xxxx. Henny tidak pernah
membalasnya karena dia pikir salah sasaran, sebab pengirim SMS mengaku
seorang perempuan.


Karena penasaran, pernah
suatu kali Henny mengajak teman prianya untuk menelepon nomor yang
tertera di SMS. Ketika dihubungi, terdengar suara seorang perempuan
dengan nada sedikit manja.


Dia menggoda sang
penelepon. "Perempuan itu mengajak bicara dan langsung menuju ke hal-hal
yang intim seperti itu. Baru bicara dua menit pulsa saya langsung
terpotong hampir Rp40 ribu," ucapnya.

Kepala Bidang Humas Polda
Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan pelaku memang tidak
menyasar korbannya secara khusus. Biasanya nomor sasaran dipilih secara
acak dengan harapan ada yang terkena jerat modus tersebut.

Rikwanto
menduga, pelaku sengaja mengajak korban berbicara hingga lupa waktu
hingga tanpa disadari pulsanya terus tersedot, sebab yang diteleponnya
nomor layanan bertarif khusus.


Dia juga melihat modus
lain dalam penipuan SMS ini. Polisi melihat pesan berisi kata-kata mesra
itu berindikasi ke arah prostitusi. "Selain pulsa
disedot, atau memang untuk mengajak hubungan, jadi prostitusi dengan terselubung," ucapnya.

Kepala
Subdirektorat Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda
Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Audie Latuheru, menyebut ada banyak
cara yang ditempuh pelaku untuk memperoleh nomor-nomor HP. Bisa lewat
internet, ataupun  penjual pulsa di pinggir jalan.


Biasanya, kata Audie,
pelaku mengirim pesan ke nomor sesuai SIM Card yang dia pakai. Misalnya,
pelaku pakai nomor Simpati, maka korbannya adalah pelanggan yang pakai
Simpati juga. Begitu pula XL, dan lainnya.


Polisi mengimbau
masyarakat agar pintar mengamankan data diri. "Sekarang orang mengirim
sms untuk menjaring korban," kata dia, Kamis 28 Maret 2013. Korban yang
kurang banyak informasi, pasti tergiur, dan terjadilah penipuan.

SMS pembuat resah

Selain
penipuan, ada beragam SMS meresahkan pengguna ponsel, termasuk promosi
serta iklan. SMS jenis ini biasanya memberitahu maksud dan tujuannya.
Pengirim menginformasikan mengenai penjualan barang dengan harga murah
dan diskon besar-besaran, atau produk Kredit Tanpa Agunan (KTA).

Sementara,
pesan penipuan dengan modus lain yaitu meminta calon korban
menghubunginya. Ada target-target tertentu yang ingin didapat pelaku
dengan memanfaatkan kelengahan korbannya. Misalnya: "ASS. Maaf saya H.
Salam yang kemarin survei rumah anda. Saya berminat membeli rumah itu,
kalau bisa tolong hubungi saya di nomor nomor 081316005xxx."

Kemudian,
SMS jenis selanjutnya yang beberapa tahun belakangan ini sempat heboh.
SMS ini biasa disebut "Mama Minta Pulsa". Dalam modus ini, pelaku dengan
tegas meminta korbannya untuk mengirim pulsa dengan memanfaatkan bahwa
pengirim benar-benar orang tuanya.

Pesan itu antara lain
berbunyi: "Ini Mama, sekarang Mama lagi di kantor polisi, ada urusan
penting. Mama pakai nomor handphone teman. Dompet Mama tertinggal tadi.
Tolong segera kirim pulsa ke nomor ini, ya, tetapi jangan dulu telepon,
nanti Mama segera menghubungi, Mama akan jelaskan semua masalah ini."

Maraknya
penipuan dengan SMS tak serta merta membuat polisi menyalahkan
operator. Audie mengakui tidak mudah mengawasi nomor dalam jumlah
banyak.


Tapi Kepala Pusat
Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S. Dewa Broto, memiliki
pandangan lain. Gatot menjelaskan, jika penipuan SMS dengan modus
seperti ini sudah mengganggu kenyamanan dan privasi pelanggan, itu
menjadi tanggung jawab operator.


"Ini termasuk keluhan konsumen, operator harus cepat tanggap. Cek nomor tersebut, kalau mengganggu ya blokir," ujar Gatot.

Kebijakan
yang mengatur hal ini sudah ada, yaitu Peraturan Menteri Kominfo No.
01/PER/M.KOMINFO/01/2009 tentang Penyelenggaraan Jasa Pesan Premium dan
Pengiriman Jasa Pesan Singkat (Short Messaging Service/SMS). Seyogyanya,
kata Gatot, perusahaan content provider (CP) lebih bertanggung jawab.

"Selama
ini (layanan premium) memang tidak kami blokir, tapi hanya ditata
ulang. Bagi yang mengirimkan SMS berbau mesum, pornografi, dan penipuan,
harus diperingatkan," ujar Gatot menegaskan. "Operator juga bisa kena,
karena mereka turut memfasilitasi. Jika isu ini tidak mereda, maka kami
akan tindak."

Tanggapan Operator


Vice
President Corporate Comumunication PT XL Axiata Tbk (XL), Turina Farouk,
mengatakan pihaknya akan menerapkan fasilitas anti spam, demi
kenyamanan pelanggan dalam memanfaatkan layanan telekomunikasi. Menurut
dia, hingga saat ini peredaran SMS spam masih terus terjadi, dan sangat
menganggu pelanggan.

"Kami berusaha semaksimal mungkin untuk
mengidentifikasi nomor-nomor yang melakukan pengiriman SMS secara tidak
wajar," ujar Turina.

Dia juga meminta partisipasi masyarakat
untuk melaporkan SMS penipuan tersebut. Dijelaskan Turina, sistem kerja
anti spam yang akan dilakukan oleh XL yakni dengan membatasi jumlah SMS
yang dikirim seseorang.

Selain itu, XL juga menyediakan fasilitas
pelaporan SMS spam/SCAM di 588, dengan format "Lapor#MSISDN spammer#isi
SMS”, atau dengan menghubungi customer service XL di 817. "Pelanggan
yang menjadi korban juga dapat melaporkan kejadian tersebut kepada pihak
kepolisian," ujar dia.

XL sendiri, kata Turina, sudah melakukan
pemantauan atas tingginya frekuensi pengiriman SMS dalam jangka waktu
tertentu, yang bisa dianggap terlalu berlebihan (lebih 360 SMS/jam). Hal
itu merupakan indikasi pengiriman SMS spam.

Melihat adanya
pengiriman sms di luar batas kewajaran, pihaknya membatasi atau tidak
meneruskan SMS yang dikirim dan memblok. "Kami melakukannya berdasarkan
peraturan menteri yang mewajibkan operator untuk memberikan layanan
terbaik bagi pelanggan," ucapnya.

Dia mengatakan adalah tidak
wajar jika dalam satu jam seseorang mampu mengirimkan SMS ke 360 nomor
berbeda. Kecuali SMS dikirimkan melalui mesin untuk konten sama, dan
ditujukan ke banyak nomor secara acak.

SMS dikirimkan dengan cara
ini besar kemungkinan berisi pesan bersifat non-personal. Nomor-nomor
penerima juga tidak mengenal pengirimnya. "Jumlah 360/jam kami jadikan
batasan minimal atas pertimbangan bahwa kecil kemungkinan pelanggan
perorangan mampu mengirimkan pesan personal kepada pemilik nomor yang
dikenal dan mengenalnya," kata dia.

Untuk pelanggan yang
nomornya diblokir, kata Turina, dapat memakai kembali fasilitas SMS
setelah memberikan, dan menandatangani pernyataan tertulis bahwa tak
akan lagi mengirimkan SMS ke banyak nomor secara tak wajar.

Jika
nomor yang fasilitas SMS-nya telah dapat digunakan kembali tapi dia
kemudian tetap mengirimkan SMS ke banyak nomor secara tidak wajar, maka
XL akan mematikan nomor tersebut secara permanen. Sementara nomor yang
terbukti melakukan SMS penipuan, nomor akan di-block permanen sesuai
dengan parameter yang diberlakukan di XL.

Dihubungi terpisah,
Head of Corporate Communications Group Telkomsel, Adita Irawati, mengaku
masih meminta waktu untuk menjelaskan persoalan "SMS mesum" yang pelaku
penyebarannya diduga menggunakan nomor seluler Telkomsel. Hingga malam
ini Adita tidak bisa dihubungi. Pesan singkat yang dikirim lewat
BlackBerry Messenger juga tidak dijawab.

Meski
banyak warga yang resah, penyebaran pesan pendek berbau mesum ini belum
masuk prioritas utama untuk ditangani polisi. Audie mengatakan, SMS
mesum bukan sesuatu yang mengancam warga. "Sehingga kami menangani itu
menjadi prioritas sekian," katanya.

Category: BERITA POLITIK, HUKUM DAN KRIMINAL | Views: 348 | Added by: budi | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:
Login form

KOMENTAR

OLAHRAGA

PENGUNJUNG

Calendar
«  March 2013  »
SuMoTuWeThFrSa
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31

Entries archive

BERITA TERKINI


Copyright MyCorp © 2016