Pesawat Lion Air Celaka Lagi, Apa Penyebabnya? - 15 April 2013 - Berita Terbaru
Main
 
BUDI SANTOSOSaturday, 10.12.2016, 3:52:15 PM



Welcome Guest | RSS
Main
Site menu

Section categories
BERITA SERBA SERBI
BERITA UMUM
BERITA UNIK,LUCU DAN ANEH
BERITA YANG UNIK DAN YANG ANEH
EKONOMI DAN BISNIS
EKONOMI DAN BISNIS
BERITA POLITIK, HUKUM DAN KRIMINAL
BERITA POLITIK, HUKUM DAN KRIMINAL
SOSIAL DAN KEMASYARAKATAN
BERITA SOSIAL DAN KEMASYARAKATAN
MP3
Kumpulan MP3
SENI DAN BUDAYA
SENI DAN BUDAYA
GAME
KATA - KATA MUTIARA
FILM
PUISI DAN PANTUN

DETIK

Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0

Main » 2013 » April » 15 » Pesawat Lion Air Celaka Lagi, Apa Penyebabnya?
5:10:25 PM
Pesawat Lion Air Celaka Lagi, Apa Penyebabnya?






VIVAnews
Pilot dan kru pesawat Lion Air JT-904 yang tercebur ke Laut Bali
dinyatakan negatif narkoba berdasarkan tes narkoba tahap awal, Minggu 14
April 2013. Meski demikian, hasil ini belum final karena polisi baru
memeriksa sampel darah saja.

Seluruh kru pesawat naas itu masih
harus menjalani satu tahapan uji narkoba lagi berupa pengambilan sampel
rambut. "Setiap tahapan tes narkoba harus dilakukan. Hasil awal negatif
narkoba, tapi terus dimonitor karena tes belum selesai,” kata Direktur
Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bhakti, di
Bandara Ngurah Rai, Bali.

Lewat pemeriksaan sampel darah itu
pula, pilot dan kru pesawat Lion Air JT-904 tak terbukti mengonsumsi
minuman beralkohol. Apapun, para kru pesawat ini dilarang terbang selama
dua minggu ke depan untuk menyelesaikan seluruh tes dari pihak
kepolisian, dan untuk kepentingan penyelidikan.

Sampai saat ini,
penyebab jatuhnya Lion Air ke perairan dekat Bandara Ngurah Rai, Bali,
itu memang belum diketahui. Komite Nasional Keselamatan Transportasi
(KNKT) masih menyelidikinya, termasuk dengan mencari salah satu bagian
kotak hitam, Cockpit Voide Recorder (CVR), yang hingga Minggu
sore masih terendam di laut.

Tanpa CVR, rekaman suara di kokpit
pesawat, baik percakapan pilot dan kopilot maupun berbagai bunyi yang
ada di dalam kokpit, tak dapat diketahui. CVR yang terletak di bagian
ekor pesawat ini terendam air laut sehingga butuh waktu lebih lama untuk
menemukannya. Tim penyelam profesional pun diterjunkan untuk
mengambilnya.

Ini bukan kali pertama Lion Air mengalami
kecelakaan. Maskapai penerbangan
milik pengusaha Indonesia Rusdi Kirana yang mencetak rekor internasional
dengan memborong 230 unit Boeing dan 234 Airbus ini tercatat sudah
belasan kali celaka. Saking seringnya celaka, Lion Air masuk daftar
maskapai yang dilarang terbang di Uni Eropa pada Februari 2012. Berikut
daftar panjang kecelakaan Lion Air:

1.    14 Januari 2002, Lion
Air penerbangan 386 PK-LID, Boeing
737-200 rute Jakarta-Pekanbaru-Batam, gagal mengudara dan terjerembab
setelah badan pesawat meninggalkan landasan pacu di Bandara Sultan
Syarif Kasim II, Pekanbaru, lebih dari lima meter. Tujuh orang penumpang
luka-luka dan patah tulang dalam insiden ini.


2.    31 Oktober 2003,
Lion Air penerbangan 787, MD-82 rute
Ambon-Makassar-Denpasar, keluar jalur saat mendarat di Bandara
Hasanuddin, Makassar.


3.    3 Juli 2004, Lion
Air penerbangan 332, MD-82 rute
Jakarta-Palembang, mendarat tidak sempurna di Bandara Sultan Mahmud
Badaruddin II, Palembang.


4.    30 November 2004,
Lion Air penerbangan 538 PK-LMN,
MD-82 rute Jakarta-Solo-Surabaya, tergelincir saat mendarat di Bandara
Adisumarmo, Solo. Sebanyak 26 penumpang tewas.


5.    10 Januari 2005,
Lion Air penerbangan 789, MD-82,
gagal mengudara di Bandara Wolter Monginsidi, Kendari, akibat salah satu
bannya kempes.


6.    3 Februari 2005,
Lion Air penerbangan 791, MD-82 rute
Ambon-Makassar, tergelincir saat mendarat di Bandara Hasanuddin,
Makassar.


7.    12 Februari 2005,
Lion Air penerbangan 1641, MD-82 rute
Mataram-Surabaya, tergelincir roda depannya keluar landasan sekitar
setengah meter di sebelah utara pinggir landasan pacu, ketika akan take
off
di Bandara Selaparang, Mataram.


8.    6 Mei 2005, Lion
Air penerbangan 778, MD-82 rute
Jakarta-Makassar, pecah ban saat mendarat di Bandara Hasanuddin,
Makassar. Akibatnya pilot terpaksa menghentikan pesawat di landasan pacu
sebelum mencapai lapangan parkir.


9.    24 Desember 2005,
Lion Air penerbangan 792, MD-82 rute
Jakarta-Makassar-Gorontalo, tergelincir saat mendarat di Bandara
Hasanuddin, Makassar.


10.    18 Januari 2006,
Lion Air penerbangan 778, MD-82 rute
Ambon-Makassar-Surabaya, tergelincir saat mendarat di Bandara
Hasanuddin, Makassar.


11.    4 Maret 2006, Lion
Air penerbangan 8987, MD-82 rute
Denpasar-Surabaya tergelincir saat mendarat di Bandara Juanda, Surabaya
karena cuaca buruk.


12.    24 Desember 2006,
Lion Air penerbangan 792, PK-LIJ
Boeing 737-400 rute Jakarta-Makassar-Gorontalo, tergelincir saat
mendarat di Bandara Hasanuddin, Makassar.


13.    9 Mei 2009, Lion
Air PK-LIL MD-90 tergelincir di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.


14.    3 November 2010,
Lion Air penerbangan 712, PK-LIQ
Boeing 737-400 rute Jakarta-Pontianak-Jakarta, tergelincir di Bandara
Supadio, Pontianak.


15.    14 Februari 2011,
Lion Air penerbangan 598, Boeing
737-900 ER rute Jakarta-Pekanbaru, tergelincir saat mendarat di Bandara
Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru. Semua penumpang selamat.


16.    15 Februari 2011,
Lion Air penerbangan JT 0295, Boeing
737-900 ER rute Medan-Pekanbaru-Jakarta, tergelincir di Pekanbaru.
Seluruh roda pesawat keluar dari lintasan bandara. Semua penumpang
selamat dan tidak luka.


17.    23 Oktober 2011,
Lion Air JT 673 tergelincir sejauh 15 meter hingga menyentuh area ujung
landasan di Bandara Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur. Kedua roda
pesawat terperosok.


18.    30 Desember 2012,
Lion Air tergelincir di Bandara Supadio, Pontianak, pukul 22.00 WIB.
Roda sebelah kanan pesawat amblas dalam kejadian itu.


19.    13 April 2013,
Lion Air dari Bandung tujuan Bali terjatuh di laut dekat Bandara Ngurah
Rai, Bali, pada saat akan mendarat.

Baru sebulan
beroperasi


Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait,
mengatakan pesawat JT-904 yang jatuh ke laut Bali dalam kondisi laik
terbang. Pesawat bahkan baru dioperasikan sebulan yang lalu dan termasuk
tipe tercanggih Boeing, yakni 737-800NG (Next Generation).
(Lihat VIDEO: Lion Air Nahas, Pesawat Boeing Tercanggih).

Direktur
Airport Lion Air, Daniel Putut, mengatakan manajemen selama ini selalu
mengawasi ketat seluruh kru dan armada pesawat, termasuk jenis Boeing
737-800NG yang diproduksi tahun 2012 itu. "Setiap saat kami audit, dan
pesawat yang jatuh itu baru satu bulan beroperasi,” kata Daniel dalam
konferensi pers di Bandara Ngurah Rai, Bali, Minggu 14 April 2013.

Pilot
pesawat, M. Gazali, juga disebut dalam kondisi sehat. "Pilot sehat
walafiat. Kru dicek tiap 6 bulan. Jam terbang Kapten Gazali sebagai
pilot senior lebih dari 10.000,” kata dia. Seperti telah disebut di
atas, pilot pun berdasarkan pemeriksaan sampel darah oleh kepolisian,
terbukti negatif narkoba.

Edward mengatakan, kecelakaan Lion ini
tak terkait faktor cuaca. "Namun pesawat mengalami masalah ketika hendak
mendarat sekitar pukul 15.10 WITA,” kata Edward. Berikut kronologi
jatuhnya pesawat:

Pukul 12.48 WIB, pesawat Lion Air JT-904
terbang dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Pukul 15.00
WITA, kondisi cuaca di Bandara Ngurah Rai, Bali, sudah mulai gelap.

Pukul
15.35 WITA, pesawat Lion Air JT-904 seharusnya mendarat di landasan 09
Bandara Ngurah Rai, Bali. Namun landasan 09 itu tidak dilengkapi dengan
instrumen sistem pendaratan, sehingga ketinggian dan kecepatan pesawat
menjelang pendaratan dikendalikan manual oleh pilot.

Pukul 15.35
WITA itu juga, pesawat Lion Air JT-904 jatuh ke perairan di dekat
Bandara Ngurah Rai, hanya beberapa meter dari landasan. Pesawat tidak
pernah mencapai landasan, dan langsung tercebur ke laut.

Pukul
15.40 WITA, petugas bandara dan tim penyelamat mengevakuasi penumpang.
Saat itu kondisi pintu darurat Lion Air sudah terbuka.

Pukul
16.20 WITA, evakuasi penumpang seluruhnya selesai dilakukan.

Ada
beberapa kemungkinan penyebab pesawat jatuh, antara lain kecepatan
pesawat saat mendarat kurang dari seharusnya, atau pesawat terhempas
angin saat hendak mendarat. Meskipun cuaca di Bandara Ngurah Rai disebut
agak gelap ketika pesawat hendak mendarat, namun berdasarkan pengamatan
mata awam, tidak ada masalah dengan cuaca.

Edward Sirait
mengatakan, kondisi cuaca saat penerbangan
memang tidak bisa dipastikan oleh pandangan mata saja. Untuk itu KNKT
mesti memeriksa Flight Data Recorder (FDR), salah satu bagian
kotak hitam pesawat, FDR ini merekam segala data yang berhubungan dengan
komando pilot atas pesawat, seperti ketinggian dan kecepatan pesawat,
dan temperatur udara pada saat pesawat melintas.

FDR telah
ditemukan dan diamankan oleh otoritas Bandara Ngurai Rai. FDR dan CVR
sama-sama dibutuhkan untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat secara
akurat. Rencananya kedua bagian kotak hitam ini akan dibawa ke Jakarta
untuk dianalisis.

Edward Sirait mengatakan, manajemen Lion Air
tidak dalam kapasitas menjelaskan dugaan penyebab kecelakaan. "Ada
ahlinya,” kata dia.
Category: SOSIAL DAN KEMASYARAKATAN | Views: 520 | Added by: budi | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:
Login form

KOMENTAR

OLAHRAGA

PENGUNJUNG

Calendar
«  April 2013  »
SuMoTuWeThFrSa
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930

Entries archive

BERITA TERKINI


Copyright MyCorp © 2016