Ketua Umum Demokrat Setelah Anas - 26 February 2013 - Berita Terbaru
Main
 
BUDI SANTOSOSaturday, 10.12.2016, 6:07:20 AM



Welcome Guest | RSS
Main
Site menu

Section categories
BERITA SERBA SERBI
BERITA UMUM
BERITA UNIK,LUCU DAN ANEH
BERITA YANG UNIK DAN YANG ANEH
EKONOMI DAN BISNIS
EKONOMI DAN BISNIS
BERITA POLITIK, HUKUM DAN KRIMINAL
BERITA POLITIK, HUKUM DAN KRIMINAL
SOSIAL DAN KEMASYARAKATAN
BERITA SOSIAL DAN KEMASYARAKATAN
MP3
Kumpulan MP3
SENI DAN BUDAYA
SENI DAN BUDAYA
GAME
KATA - KATA MUTIARA
FILM
PUISI DAN PANTUN

DETIK

Statistics

Total online: 2
Guests: 2
Users: 0

Main » 2013 » February » 26 » Ketua Umum Demokrat Setelah Anas
11:26:03 AM
Ketua Umum Demokrat Setelah Anas
SBY, Anas Urbaningrum, Marzuki Alie, dan Andi Mallarangeng
SBY, Anas Urbaningrum, Marzuki Alie, dan Andi Mallarangeng
(ANTARA/ Pool-Lintang Ken Suminar)

VIVAnews - Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat
menggelar rapat pertama sepeninggal Anas Urbaningrum yang mengundurkan
diri dari posisi Ketua Umum. Rapat pengurus harian ini dihadiri empat
orang yakni dua Wakil Ketua Umum, Sekretaris Jenderal dan Direktur
Eksekutif.

Menurut Ketua Fraksi Demokrat Nurhayati Ali Assegaf,
mereka berempat menjadi pelaksana tugas Ketua Umum Partai Demokrat.
Nurhayati mengatakan, rapat DPP yang digelar Senin 25 Februari 2013 ini
merupakan rapat rutin pengurus harian.

Meski rutin, ternyata
menurut anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Marzuki Alie, rapat
pengurus harian baru sekali digelar Anas Urbaningrum. "Rapat pengurus
harian yang selama ini belum pernah dilakukan. Artinya selama
kepemimpinan Anas Urbaningrum, rapat pengurus harian baru sekali
dilakukan hanya perkenalan, setelah itu tak ada rapat, sehingga membuat
situasi DPP jadi tidak terkendali," ujar Marzuki di Gedung DPR.

Dampaknya,
kata Marzuki, banyak pernyataan-pernyataan liar yang dilontarkan oleh
para kader Partai Demokrat. Partai pun menjadi tidak solid. "Mereka jadi
tidak tahu apa yang terjadi," ujar dia.

Karena itu, Marzuki
berharap, rapat pengurus harian yang kembali dihidupkan ini semoga bisa
meningkatkan konsolidasi partai. "Mudah-mudahan nanti saat ada KLB semua
sudah rapi dan semua bisa berjalan dengan baik," ujar Ketua DPR itu.

Menurut
Marzuki, KLB atau Kongres Luar Biasa memang tidak akan buru-buru
digelar. Tugas Ketua Umum Partai Demokrat untuk sementara waktu
dilakukan oleh Wakil Ketua Umum.

"Sesuai AD/ART kami harus patuh,
manakala Ketua Umum berhalangan, maka tugas kepartaian dijalankan 
Wakil Ketua Umum. Kalau Presiden berhalangan yang jalankan kan Wapres,
kalau Gubernur berhalangan kan wakilnya. Ini normatif," kata Marzuki.

Wakil Ketua Umum Demokrat saat ini ada dua orang, yaitu Jhonny Allen Marbun dan Max Sopacua.

Dampak Strategis

Sementara
Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Tanggap Darurat, Umar Arsal,
mengatakan rapat akan membahas banyak hal, salah satunya soal keputusan
Rapimnas dan Majelis Tinggi setelah Anas Urbaningrum berhenti.
Berhentinya Anas Urbaningrum dari Partai Demokrat diyakini akan
berpengaruh terhadap Partai Demokrat.

"Posisi yang ditinggalkan
Anas cukup strategis sehingga butuh proses untuk mengembalikan
stabilitas partai. Omong kosong jika disebut (berhentinya Anas) tidak
berpengaruh,” kata Umar.

Kini, menurut Umar, Majelis Tinggi
Partai Demokrat harus memotivasi dan mengembalikan kepercayaan diri 
kader. "Prinsip kami melihat ke depan, tidak ke belakang,” ujarnya.
Namun Umar tidak bisa memastikan apakah berhentinya Anas akan membuat
partai semakin baik atau justru semakin buruk. "Kami butuh waktu,” kata
dia.

Majelis Tinggi Partai Demokrat sendiri belum menetapkan
siapa pengganti Anas Urbaningrum di kursi ketua umum. Direktur Eksekutif
Partai Demokrat, Toto Rianto, menyampaikan, Partai Demokrat akan
berkonsentrasi pada langkah-langkah pemulihan partai dan tidak akan
menanggapi tudingan dari berbagai pihak, termasuk yang dilontarkan Anas
Urbaningrum sendiri.

Meskipun tidak memiliki ketua umum, Toto
yakin Demokrat akan mampu menjalankan langkah penataan kembali partai
dan berbagai agenda kerja seperti biasa. "Penataan partai yang telah
direncanakan akan tetap berjalan, semua agenda tetap berjalan," ujarnya.

Spekulasi Pengganti

Wakil
Direktur Eksekutif bidang Pembinaan Sumber Daya Manusia DPP Demokrat, M
Rahmat, yang ikut mengundurkan diri mengikuti Anas, mengatakan
kemungkinan terbesar yang menggantikan posisi Anas Urbaningrum sebagai
Ketua  Umum adalah Marzuki Alie. Marzuki Alie-lah yang di Kongres
Demokrat 2010 lalu bertarung dengan Anas untuk menduduki posisi Ketua
Umum.

Menurut Rahmat, calon ketua umum yang baru harus menguasai akar rumput partai  Demokrat. "Ketua umum baru harus kuat di grass root. Syarat mutlak dalam memimpin partai. Ketika kuat di atas tetapi lemah di grass root tidak menguatkan pondasi. Di grass root dukungan banyak ke Mas Anas," ujar dia.

Juga
ada spekulasi Sekretaris Jenderal Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono yang
akan naik menjadi Ketua Umum. Namun Marzuki Alie menyatakan, Ketua
Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tidak berkenan.
"Pak SBY bilang Mas Ibas akan melaksanakan tanggung jawabnya sebagai
Sekjen sampai 2014," kata Marzuki Alie.

Menurut Marzuki, jika
terjadi Kongres Luar Biasa (KLB) untuk memilih ketua umum baru, nama
Ibas dipastikan tidak akan dicalonkan.

Marzuki menyatakan, saat
ini majelis tinggi belum melakukan komunikasi dengan Anas pasca
pengumuman pengunduran dirinya. Namun secara pribadi, Marzuki mengaku
sudah berkomunikasi langsung dengan Anas.  "Saya secara pribadi sudah,
saya doakan Anas kuat," katanya. (eh)
Category: BERITA POLITIK, HUKUM DAN KRIMINAL | Views: 262 | Added by: budi | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:
Login form

KOMENTAR

OLAHRAGA

PENGUNJUNG

Calendar
«  February 2013  »
SuMoTuWeThFrSa
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
2425262728

Entries archive

BERITA TERKINI


Copyright MyCorp © 2016