250 Dinamit Hilang, Polisi Tingkatkan Keamanan - 28 June 2013 - Berita Terbaru
Saturday, 19.04.2014, 9:48:00 AM
Main Sign Up RSS
Welcome, Guest
My menu
MY MENU
BERITA SERBA SERBI
BERITA UMUM
BERITA UNIK,LUCU DAN ANEH
BERITA YANG UNIK DAN YANG ANEH
EKONOMI DAN BISNIS
EKONOMI DAN BISNIS
BERITA POLITIK, HUKUM DAN KRIMINAL
BERITA POLITIK, HUKUM DAN KRIMINAL
SOSIAL DAN KEMASYARAKATAN
BERITA SOSIAL DAN KEMASYARAKATAN
MP3
Kumpulan MP3
SENI DAN BUDAYA
SENI DAN BUDAYA
GAME
KATA - KATA MUTIARA
FILM
PUISI DAN PANTUN
Main » 2013 » June » 28 » 250 Dinamit Hilang, Polisi Tingkatkan Keamanan
4:05:46 PM
250 Dinamit Hilang, Polisi Tingkatkan Keamanan


VIVAnews - Mabes Polri mengerahkan tim khusus untuk
melacak keberadaan 250 dinamit siap pakai milik PT. Batu Sarana Persada
yang hilang dalam perjalanan menuju Desa Rengas Jajar, Kecamatan
Cigudeg, Bogor, Jawa Barat, Kamis, 27 Juni 2013.

Instruksi
dikeluarkan kepada seluruh kepolisian di Jawa Barat untuk menggelar
razia. Penyekatan ruang gerak pelaku dilakukan apabila benar barang
peledak seberat 50 kilogram itu hilang karena dicuri.

Antisipasi
dengan penambahan personel terlihat di sejumlah objek vital, seperti
Istana Bogor, Istana Cipanas, kawasan Cikeas yang menjadi kediaman
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan kantor polisi.

Kapolres
Bogor ditugaskan untuk memimpin investigasi dengan didukung Kapolres
Subang. Penyelidikan juga dilakukan dengan bantuan Dit Reskrim Polda
Jabar dan  Densus 88. Berbekal contoh gambar kardus dinamit yang hilang,
kegiatan razia dilakukan.

Polisi bekerjasama dengan Denpom memperketat pengamanan di sekitar Istana Bogor. Dari pantuan VIVAnews,
kendaraan roda empat baik pribadi maupun angkutan umum di sepanjang
jalan protokol di wilayah Kota Bogor dan sepanjang jalan dari Subang
menuju Bogor dirazia. Kendaraan pengangkut diperiksa lebih lama oleh
petugas.

Seperti disampaikan Kapolda Jawa Barat, Inspektur
Jenderal Suhardi Alius, dinamit yang hilang itu dibawa oleh truk colt
diesel dengan nomor polisi T 8952 TF, dari gudang bahan peledak milik PT
Multi Nitrotama Kimia (NMK) di Subang, Jawa Barat.

Saat truk
tiba, terpal penutupnya diketahui telah sobek dan saat dilakukan
pengecekan, ada dua kardus berisi 250 batang dinamit yang hilang.
Sementara tiga truk lainnya dalam kondisi baik.

"Kita masih selidiki, apakah hilang atau salah hitung," katanya.

Dari
hasil pemeriksaan sopir diketahui bahwa empat truk itu berangkat pada
Rabu, 26 Juni 2013, sekitar pukul 14.00 WIB. Truk mengangkut bahan
peledak jenis amonium nitrat sebanyak 30.000 kg, dinamit sebanyak 2.000
kg, dan detonator listrik sebanyak 4.000. Namun, truk baru sampai di
Bogor pada Kamis,  27 Juni 2013 sekitar pukul 04.00 WIB, atau sekitar 14
jam setelah berangkat.
 
Saat dilakukan pengecekan oleh kru dan
kepala teknik tambang PT. Batu Sarana Persada, diketahui salah satu
penutup truk sudah dalam keadaan rusak. Dari hasil pemeriksaan diketahui
juga bahwa truk sempat mampir di tempat seharusnya.

"Didapatkan
informasi, truk sempat mampir di Marunda, Jakarta Utara, tapi masih
didalami," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar
Rikwanto.

Melihat keterlibatan ekstrimis

Polisi
mengerahkan tim Detasemen Khusus Anti Teror 88 untuk menelusuri
keberadaan dinamit yang hilang itu. Hal ini dilakukan sesuai dengan
sistem yang berlaku di kepolisian. Pencarian dinamit yang hilang itu
menjadi kewenangan Polda Jawa Barat.

Densus akan menyelidiki
keterkaitan kelompok-kelompok ekstrim pada kasus hilangnya dinamit ini.
Baik Bareskrim maupun Densus akan melihat indikasi itu. Polisi juga
menelusuri apakah bahan peledak itu diambil bajing loncat karena
disangka sembako atau ada unsur seperti penggelapan.

Kapolri
Jenderal Timur Pradopo sudah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk
meningkatkan keamanan. Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes diterjunkan
untuk mencari tahu secara detail jenis bahan peledak tersebut. Apakah
berkekuatan besar atau kecil.

Pemeriksaan terhadap saksi-saki
terus dilakukan untuk mencegah kejadian yang lebih mengerikan bila
barang berbahaya itu jatuh ke tangan orang-orang yang tidak bertanggung
jawab. Dia berharap dinamit yang hilang itu segera ditemukan.

"Kalau
ini jatuh ke tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu akan
menimbulkan kerugian, tapi sekali lagi semua penyelidikan sedang
berjalan," kata Timur di Istana Negara, Jakarta.

Mabes Polri juga
memintai keterangan sejumlah pejabat PT. Multi Nitrotama Kimia (MNK)
yang merupakan distributor bahan peledak yang memiliki pabrik amonium
nitrat di kawasan Cikampek. Sementara gudang bahan peledak siap pakai
milik perusahaan ini berada di Subang.





Category: BERITA POLITIK, HUKUM DAN KRIMINAL | Views: 116 | Added by: budi | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Name *:
Email:
Code *: