El Clasico, Final Kepagian Copa Del Rey - Sepak Bola - Sepak Bola - Berita Terbaru - Berita Terbaru
Main
 
BUDI SANTOSOSaturday, 10.12.2016, 8:00:41 AM



Welcome Guest | RSS
Main
Site menu

Section categories
Sepak Bola [216]Music [15]

DETIK

Statistics

Total online: 4
Guests: 4
Users: 0

Main » Files » Sepak Bola » Sepak Bola

El Clasico, Final Kepagian Copa Del Rey
26.02.2013, 10:57:13 AM
Laga Madrid kontra Barcelona di Copa Del Rey leg pertama (REUTERS/Albert Gea )
VIVAbola - Pecinta sepakbola bakal kembali disajikan laga panas El Clasico pada pertengahan pekan ini. Bentrok antara Real Madrid dan Barcelona edisi ke-37 di leg 2 semifinal ajang Copa Del Rey nanti, menjadi pertaruhan wajah Los Blancos di ranah Spanyol. Laga semifinal nanti pun layaknya final kepagian.

Memasuki
musim 2012-13 dengan status juara bertahan La Liga dan tim tersubur
dalam sepanjang sejarah Liga Spanyol, Madrid malah terseok-seok dan
terlihat amat tumpul. Mereka pun hanya sanggup menduduki peringkat 3
klasemen sementara. Madrid bahkan kesulitan menyaingi rival sekota, Atletico Madrid, di papan klasemen.

Saat
ini, juara Eropa 9 kali itu tertinggal 16 poin dengan hanya 15 laga
sisa. Kesempatan memang masih terbuka. Namun, tampaknya Mourinho sudah
tidak bernafsu lagi mengejar trofi Liga. Sang Pelatih pun sempat
menyatakan sudah "lempar handuk" dalam misi mempertahankan gelar.

"Gelar La Liga sangat mustahil. Selisih dengan Barcelona
terlalu besar dan kami harus fokus untuk mengejar tujuan lain. Kami
tidak boleh terobsesi dengan tujuan karena hal itu sulit bagi kami,"
ujar Mou, saat Barca menelan kekalahan perdana dari Real Sociedad, Januari lalu.

Target
gelar juara Madrid pun berpaling pada impian "La Decima" (gelar ke-10)
di kancah Eropa dan Copa Del Rey untuk meredam hegemoni Barcelona
di "Negeri Matador". Usai merebut hasil imbang 1-1 di leg 1 di Santiago
Bernabeu, keseriusan Mou untuk merebut trofi Del Rey pun tampak pada
laga melawan Deportivo La Coruna, akhir pekan ini.

Simpan CR7 Demi El Clasico
Pada
kemenangan 2-1, Sabtu kemarin, Mourinho memutuskan untuk mencadangkan
trio motor lini tengah. Cristiano Ronaldo, Mesut Oezil dan Sami Khedira
diparkir di bangku cadangan demi menjaga kebugaran jelang leg 2 Copa Del
Rey, Selasa 26 Februari 2013 atau Rabu dini hari WIB. Mereka baru turun
di babak II.

Imbasnya, Madrid hampir menelan kekalahan.
Tertinggal lebih dulu oleh gol Riki di menit ke-34, beruntung mereka
mempunyai Kaka yang tampil menawan. Gol akuratnya berbuah gol
penyeimbang sebelum Gonzalo Higuain memastikan kemenangan Madrid.

Meningkatnya
performa Kaka membuat Mourinho punya opsi dalam membangun skema
serangan menyerang kontra Barca nanti. Meski baru mencetak tiga gol dan
jarang tampil, gelandang serang asal Brasil ini menyatakan siap membayar
kepercayaan Mourinho jika diturunkan.

"Kondisi saya semakin
baik, dan saya rasa semuanya terus berkembang. Saya bahagia membantu tim
dan jika pelatih membutuhkan, maka saya akan di sana," ujar Kaka usai
laga.

Selain bugarnya pemain-pemain penting mereka, komposisi
pemain Madrid pun bisa bertambah lengkap pada leg 2 nanti. Menurut situs
resmi Real Madrid,
Xabi Alonso dan Karim Benzema sudah kembali berlatih usai mengalami
cedera. Keduanya mungkin bisa tampil saat bertandang ke Barca nanti.

Namun, lini pertahanan Madrid dipastikan masih akan kehilangan Iker Casillas dan Sergio Ramos. Kapten sekaligus kiper Los Blancos masih menjalani rehabilitasi cedera jari, sedangkan Ramos masih menjalani sanksi larangan bertanding.

Diego
Lopez kemungkinan besar akan diplot mengisi posisi Casillas. Penampilan
kiper yang baru bergabung Januari lalu ini cukup stabil. Sedangkan
Raphael Varane akan kembali diberikan kesempatan menggantikan Ramos.
Pemuda Prancis ini juga disimpan saat melawan La Coruna.

Barca Juga Menyimpan Bintangnya
Ternyata strategi serupa pun dilakukan pihak lawan jelang laga penting nanti. Barcelona juga menyimpan pemain-pemain pilarnya saat laga melawan Sevilla, Sabtu kemarin. Pada kemenangan 2-1 itu, Blaugrana tak menurunkan Jordi Alba, Xavi Hernandez, Pedro dan Sergio Busquets sejak awal pertandingan.

Meski tampil di kandang sendiri dan memiliki kondisi statistik masih lebih baik daripada Madrid, Barcelona tidak ingin gegabah melangkah ke laga panas dan sarat gengsi nanti.

Lionel Messi sudah tak sabar memperkuat Barcelona di laga leg 2 semifinal Copa del Rey melawan musuh bebuyutan, Real Madrid. Striker internasional Argentina ini tidak mengharapkan hasil imbang.

Hasil imbang 1-1 di laga leg 1 di markas Madrid, Santiago Bernabeu, juga menguntungkan bagi Barcelona. Tim besutan Tito Vilanova sesungguhnya hanya membutuhkan hasil imbang tanpa gol untuk merebut tiket ke final.

Namun,
Messi tidak menginginkannya. "Kondisi saya baik dan selalu ingin
bermain. Kami juga harus tampil seperti biasanya saat menghadapi Madrid
di Copa. Kami tidak ingin hasil imbang 0-0,” ujar Messi.

Tidak
hanya Messi, gelandang bertahan Barca, Javier Mascherano, pun mendekati
laga nanti layaknya sebuah laga final. Kompatriot Messi itu pun
mengingatkan timnya harus bertahan dengan baik jika ingin menang.

"Pada
laga nanti, menurut kami itu final. Madrid lawan yang luar biasa, tapi
kami harus menuntaskan tugas ini. Kami bersikap positif jelang laga
itu," kata Mascherano, seperti dilansir Football-Espana.

"Bertahan
adalah satu sisi yang harus kami perbaiki. Kami sudah melakukan
segalanya agar tidak kebobolan. Tapi, kadang situasinya terlalu sulit,"
tambah pria Argentina itu.

Memang lini belakang Barca menjadi titik lemah belakangan ini. Karena kebobolan oleh Sevilla
pada laga semalam, tim asuhan Tito Vilanova itu berarti selalu
kebobolan dalam 11 laga terakhir. Bukan catatan manis buat Barca jelang
laga kontra Madrid.

Taktik Baru Roura Jelang Laga Milan
Ada yang lain pada susunan tim Barcelona melawan Sevilla
semalam. Selain tidak tampilnya pilar-pilar mereka, David Villa juga
dipercaya tampil sejak awal dan menjadi ujung tombak Blaugrana bersama
Messi.

Taktik ini digunakan dalam mempertajam lini serang Barca
yang kerepotan saat dikalahkan AC Milan pada leg pertama 16 besar Liga
Champions, tengah pekan lalu. Saat itu, Messi dan kawan-kawan sangat
kerepotan oleh pertahanan grendel pasukan San Siro.

Diturunkannya Villa pada laga Sevilla
bisa menjadi taktik anyar Barca untuk memperuncing serangan. Tidak ada
penyerang murni yang diturunkan skuad Camp Nou selama ini membuat alur
mereka monoton.

Penampilan Villa pun cukup menjanjikan. Meski
tidak mencetak gol, kehadiran pencetak gol tersubur di Timnas Spanyol
itu membuat perubahan signifikan dalam sisi penyerangan Barca. Sekarang
mereka tidak selalu coba menusuk ke dalam kotak penalti.

Strategi
seperti ini tampaknya akan kembali diturunkan Jordi Roura saat leg
kedua kontra Madrid nanti. Sang pelatih sementara itu ingin mengasah
kemampuan Villa sebelum bermain di laga penentu melawan Milan, pekan
depan. Skema ini juga bisa saja menjadi faktor pembeda pada laga kontra
Madrid nanti. Jika cocok, bisa saja Villa akan tampil di leg kedua Liga
Champions nantinya.
Category: Sepak Bola | Added by: budi
Views: 201 | Downloads: 0 | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:
Login form

KOMENTAR

OLAHRAGA

PENGUNJUNG

BERITA TERKINI


Copyright MyCorp © 2016